25 November, 2015

CARA MENCEGAH KANGKER PROSTAT



Kurangi asupan garam dan gula demi sehatnya prostat

Reporter : Febrianti Diah Kusumaningrum | Senin, 23 November 2015 20:17

Kurangi asupan garam dan gula demi sehatnya prostat
Ilustrasi gula dan garam. Shutterstock/MamaMiaPL
Merdeka.com - Prostat adalah salah satu bagian dari reproduksi pria yang wajib dijaga kesehatannya. Sebab kelenjar kecil yang terletak di dekat kandung kemih ini bisa memberikan Anda masalah kesehatan ketika Anda semakin bertambah tua.

Untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan yang berhubungan dengan prostat, Anda harus melakukan beberapa perubahan gaya hidup. Seperti dilansir dari healthmeup.com, inilah beberapa tips kesehatan yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan prostat Anda.

Mengonsumsi makanan sehat
Makanan yang Anda konsumsi memberikan peranan penting untuk kesehatan prostat Anda. Coba sertakan banyak buah dan sayur ke dalam menu makanan Anda terutama yang mengandung lycopene, sebab zat ini adalah zat anti kanker. Hindari pula terlalu banyak mengonsumsi daging merah yang berlemak dan ganti dengan konsumsi daging ikan.

Olahraga teratur
Selain untuk menjaga kebugaran tubuh, olahraga teratur terutama senam kegel juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan prostat pria. Sebab senam kegel mampu mengencangkan otot-otot di sekitar anus Anda.

Hindari alkohol dan merokok
Alkohol dan rokok bisa memberikan banyak efek merugikan pada kesehatan prostat Anda sebab bisa menempatkan Anda pada risiko tinggi untuk terkena kanker prostat.

Kurangi asupan gula dan garam
Asupan gula dan garam berlebih secara tidak Anda sadari bisa membahayakan kesehatan prostat Anda. Sehingga hindari mengonsumsi makanan kemasan yang tinggi akan kandungan zat tersebut.

Kunjungi dokter
Jika Anda menemukan masalah kesehatan yang berhubungan dengan prostat Anda, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang memadai. Terutama jika Anda memiliki riwayat keluarga yang bermasalah dengan prostat.

Itulah beberapa tips kesehatan yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kesehatan prostat. Semoga bermanfaat!

BANGGA DENGAN HARI SANTRI


Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam peresmian Hari Santri Nasional di Mesjid Istiqlal Jakarta, Kamis (22/10) mengatakan penetapan tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap peran para santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
"Mengingat peran tokoh-tokoh santri seperti Kyai Hasyim Ashari, Kyai Ahmad Dahlan dan lainnya. Untuk itu dengan seluruh pertimbangan, Pemerintah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional," kata Presiden Jokowi.
Presiden menyebutkan, sejarah telah mencatat bahwa para santri telah mewakafkan hidupnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan tersebut.
Menyinggung ada pihak-pihak yang tidak sepakat dengan penetapan Hari Santri ini, Presiden memastikan, penetapan hari santri tidak akan menimbulkan pengelompokan antara santri dengan yang bukan santri.
"Dengan kesadaran itu saya meyakini, penetapan Hari Santri Nasional tidak akan menimbulkan sekat-sekat sosial ataupun memicu polarisasi antar santri dengan non santri. Tapi sebaliknya akan memperkuat semangat kebangsaan, akan mempertebal rasa cinta tanah air. Akan memperkokoh integrasi bangsa serta memperkuat tali persaudaraan kita. Semangat ini adalah semangat menyatukan dalam keberagaman, semangat menjadi satu untuk Indonesia," kata Presiden Jokowi.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, penetapan Hari Santri ini merujuk pada dikeluarkannya Resolusi Jihad para ulama dan tokoh santri pada masa perang kemerdekaan.
"Hari Santri merujuk pada keluarnya Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 yang memantik terjadinya peristiwa heroik 10 November 1945. Resolusi Jihad adalah seruan ulama santri, yang mewajibkan setiap muslim Indonesia untuk membela tanah air dan mempertahankan NKRI," kata Menteri Lukman Hakim Saifuddin.
Lukman menjelaskan, peran santri saat ini adalah sebagai motor penggerak pembangunan, dan bukan sebagai komoditas politik.
Presiden Jokowi Resmikan Hari Santri Nasional

HARI GURU 2015

19469
Kumpulan Kata Mutiara Ucapan Selamat Hari Guru Nasional 2015 Untuk Status FB, SMS, BBM
Advertisement
INDOBERITA.COM – Kata Mutiara Ucapan Selamat Hari Guru Nasional. Setiap tanggal 25 November, bangsa Indonesia akan memperingati sebuh momen dimana guru menjadi profesi yang sangat mulia, Hari Guru Nasional. Guru merupakan seorang mentor, mereka tak lelah mengajarkan ilmunya kepada anak bangsa, dan guru menjadi panutan bagi semua siswa sekolah. Sebuah pepatah mengatakan, ‘Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’ memang itulah guru yang sebenarnya.
Hari Guru bisa dijadikan tonggak ukur atas keberhasilan bangsa, dimana ilmu bisa menjadi sarana yang bisa memperkuat suatu negara dan bisa menjadi wadah pemersatu bangsa. Sehingga, kita sebagai anak bangsa, penerus generasi muda tak ada salahnya untuk ingat jika Hari Guru menjadi momentum penting mengagungkan mereka. Contohnya saja, di media sosial kita berbagi DP BBM Hari Guru, Status terima kasih pada guru, kata mutiara Hari Guru, dan lainnya.
Bisa jadi, apabila tidak setiap hari kita berterima kasih atas jasa para guru, maka di Hhari Guru Nasional 2015 yang jatuh pada hari Rabu, 25 November besok, dijadikan sehari untuk para guru tercinta dengan meramaikannya di media sosial. Mungkin, hal itu tak diinginkan oleh guru karena ikhlas memberikan semua ilmunya, akan tetapi kita yang harus sadar dan memberikan pujian tertinggi pada seorang guru.

WASPADA ABRASI BULAK BARU




Jepara – Abrasi di seputaran pantai mulai dari desa Semat sampai desa Kedungmalang kabupaten Jepara kelihatannya terus bergerak maju. Apalagi jika musim penghujan tiba gerusan ombak terlihat jelas dan cukup besar. Akibatnya garis pantai semakin dekat dengan jalan raya desa Semat – Kedungmalang.

Meskipun tidak merata gerusannya di setiap tempat . Namun di beberapa titik menunjukkan gerusan ombak terlihat nyata. Diantara tempat yang cukup parah adalah pantai di desa Bulak Baru dan Tanggul Tlare . Tepatnya Sebelah selatan tugu perbatasan desa Semat.

Beberapa tahun yang lalu pantai ini rimbun dengan pohon-pohon mangrove . Namun karena setiap tahun tergerus oleh besarnya ombak . Tanaman mangrove itu bertumbangan setiap tahunnya. Kini hanya tinggal beberapa saja menunggu waktu.

Di pantai Bulak Baru gerusan ombak juga terlihat nyata dengan semakin dekatnya garis pantai dengan jalan raya. Selain itu pemilik tambak di pantai itu setiap tahun juga kehilangan tanah tambak . Dulu tambaknya cukup luas untuk di garap namun saat ini tinggal beberapa meter saja karena terhempas ombak.

“ Ya abrasi pantai desa Bulak Baru ini sudah terjadi puluhan tahun yang lalu. Desa kami dulu di tengah laut sana. Karena tergerus ombak terus akhirnya di relokasi di tempat ini “, kata Sutiyono (45) mantan Petinggi desa Bulak Baru kecamatan Kedung pada FORMASS, Jum’at (28/2).

Sutiyono mengatakan dulu sebelum terkena abrasi desa Bulak cukup luas dengan penduduk yang cukup banyak. Kebanyakan warga memang mengandalkan sector perikanan dan Kelautan. Namun semenjak terkena abrasi jumlah warga makin lama makin berkurang .

“ Mereka secara bertahap pindah ke daerah pantai terdekat misalnya ada yang ke desa Demaan , Ujung Batu dan desa Nelayan yang lain. Sisanya di relokasi dan di beri nama desa Bulak Baru ini “, kenang Sutiyono.

Perelokasian warga desa Bulak ini kalau tidak salah di jaman Gubernur Jawa Tengah bapak Supardjo Roestam. Lewat kebijaksanaan beliau warga dibelikan persawahan desa Bugel untuk di tempati sebagai pemukiman. Di kapling-kapling sesuai dengan jumlah warga yang ada.


“ Ya sampai sekarang ini jika di hitung desa Bulak Baru ini desa dengan jumlah penduduk sedikit dibandingkan dengan yang lain. Dulu warganya kebanyakan nelayan tetapi saat ini hampir semua warga membuka usaha mebel “, papar Sutiyono yang juga mempunyai usaha mebel di rumahnya.(Muin).

LINMAS NURHADI

Sosok Nurhadi dikalangan warga desa Bulak Baru tak asing lagi, beliau warga biasa tapi perjuangannya menjadi anggota linmas (hansip) luar biasa, tanpa pamrih beliau sering mengamankan kegiatan warga termasuk tahun ini ketika sedekah bumi dengan hiburan wayang kulit. Beliau mata pencahariannya sebagai tukang kayu yang dulu pernah jadi bos mebel tapi karena kondisi mebel jepara yang kian tahun melemah maka beliau jadilah tukang kayu. Ini bagai gunung es kisah nyata industri kecil mebel dijepara, Tak sedikit pengusaha mebel bangkrut dan pekerja alih profesi. Maka peran pemerintah wajib hukumnya memecahkan masalaha permebelan di Jepara.

29 Oktober, 2015

APBDES 2015

APBDES 2015
DESA BULAK BARU KECAMATAN KEDUNG
PENDAPATAN
BELANJA
........................... not fond

09 September, 2015

SEDEKAH BUMI BULAKBARU , referensi di BLORA

Senin, 18 April 2011

tradisi sedekah bumi di Blora


            Tradisi adalah suatu kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu wilayah, negara, kebudayaan, golongan/agama yang sama.
Hal yang paling mendasar  dari tradisi yaitu adanya informasi yang di teruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun lisan, karena tanpa adanya ini, suatu tradisi akan punah.
            Masyarakat jawa memang terkenal dengan beragam jenis tradisi atau budaya yang ada di dalamnya. Baik tradisi cultural yang semuanya ada dalam tradisi atau budaya jawa tanpa terkecuali. Dari beragam macamnya tradisi yang ada di masyarakat jawa, hingga sangat sulit untuk mendeteksi serta menjelaskan secara rinci terkait dengan jumlah trasi kebudayaan yang ada dalam masyarakat jawa tersebut. Salah satu tradisi masyarakat jawa yang hingga sampai sekarang masih tetap eksis dilaksanakan dan sudah mendarah daging serta menjadi rutinitas bagi masyarakat jawa pada setiap tahunnya adalah sedekah bumi atau biasa dikenal dengan gas deso. Tradisi sedekah bumi ini, merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat di pulau jawa yang sudah berlangsung secara turun temurun dari nenek moyang orang jawa jaman dahulu. Ritual sedekah bumi ini biasanya dilakukan oleh mereka pada masyarakat jawa yang berpotensi sebagai petani, nelayan yang menggantungkan hidup keluarga dan sanak saudara atau sanak keluarga mereka dari mengais riski dari memanfaatkan kekayaan alam yang ada di bumi.
            Bagi masyarakat jawa khususnya para kaum petani dan para nelayan tradisi ritual turun temurun yang di adakan setahun sekali atau tahunan semacam sedekah bumi bukan hanya merupakan sebagai rutinitas atau ritual yang sifatnya tahunan belaka. Akan tetapi, tradisi sedekah bumi mempunyai makna yang lebih dari itu, upacara tradisional sedekah bumi itu sudah menjadi salah satu bagian yang sudah menyatu dengan masyarakat yang tidak akan mampu untuk dipisahkan dari budaya jawa yang menyiratkan symbol penjagaan terhadap kelestarian yang khas bagi masyarakat agraris maupun masyarakat nelayan khususnya yang ada di pulau jawa. Kabupaten Blora, adalah sebuah kabupaten di Propinsi Jawa Tengah. Berjarak sekitar 127 kilometer sebelah timur Jawa Tengah, Kabupaten Blora berbatasan langsung dengan Propinsi Jawa Timur.
            Separuh dari wilayah Kabupaten Blora merupakan kawasan hutan, terutama di bagian utara, timur, dan selatan. Daratan rendah di bagian tengah umumnya merupakan area persawahan. Sehingga pertanian merupakan sektor utama perekonomian di Kabupaten Blora.
            Di Kabupaten Blora, tradisi sedekah bumi yang biasa di ssebut “gas deso” oleh masyarakat Blora merupakan suatu tradisi tahunan yang setiap desa berbeda-beda waktu pelaksaannya. Tergantung pada kapan desa tersebut mengalami panen raya dan kemudian baru melaksanakan suatu tradisi sedekah bumi tersebut, sebagai wujud rasa syukur masyarakat kepada Yang Maha Memberi Rejeki.
            Pada upacara tradisi sedekah bumi atau gas deso ini, tidak banyak peristiwa dan kegiatan yang dilakukan didalamnya. Hanya saja, pada waktu acara tersebut biasanya seluruh masyarakat sekitar yang merayakannya membuat tumpeng dan jajanan khas daerah dan berkumpul menjadi satu di tempat sesepuh kampung, di balai desa, sumur, waduk, makam sesepuh atau tempat-tempat yang telah disepakati oleh seluruh masyarakat setempat untuk menggelar acara ritual sedekah bumi tersebut. Setelah itu, kemudian masyarakat membawa tumpang dan jajanan khas daerah tersebut ke balai desa atau ke suatu tempat untuk di do’akan oleh seorang pemuka agama atau sesepuh setempat. Usai didoakan oleh sesepuh atau pemuka agama, kemudian kembali diserahkan kepada masyarakat setempat yang membuatnya sendiri. Nasi tumpeng dan jajanan khas daerah yang sudah didoakan oleh sesepuh kampung atau pemuka agama setempat tersebut kemudian dimakan secara ramai-ramai oleh masyarakat yang merayakan acara sedekah bumi itu. Namun, ada juga sebagian masyarakat yang membawa nasi tumpeng dan jajanan khas daerah tersebut pulang untuk dimakan beserta sanak keluarganya di rumah masing-masing dan biasanya juga ada beberapa kerabat atau teman yang bermain di saat sedekah bumi untuk meramaikan suasana bersama sambil memakan jajanan atau makanan yang sudah disediakan. Pembuatan nasi tumpeng dan jajanan khas daerah ini merupakan salah satu syarat yang harus dilaksanakan pada saat upacara tradisi tradisional itu.
Menurut Ibu Nanik Sukesi
            Di Kabupaten Blora, khususnya di Desa Bangkle tempat kelahiran saya, terletak di pertengahan kota Blora, sekitar 1,5 kilometer ke arah timur alun-alun kota Blora. Masyarakat sekitar masih mengadakan tradisi sedekah bumi, sebagai tanda syukur mereka kepada Tuhan YME karena telah diberi rejeki dan panen yang melimpah di tahun ini. Dengan adanya sedekah bumi, biasanya masyarakat sekitar membuat suatu tumpeng dan jajanan sedekah bumi atau biasa di sebut dengan jajanan pasar. Jajanan pasar yang dibuat untuk acara sedekah bumi tersebut seperti pasung, dumbek, bugis, dan masih banyak yang lainnya. Di akhir acara sedekah bumi tersebut seusai berdoa, biasanya menyelenggarakan suatu kesenian, di desa bangkle  paling terkenal dengan kesenian barongan.
            Biasanya di desa bangkle acara sedekah bumi di selenggarakan di 2 tempat yaitu di balai desa atau kelurahan dan di suatu makam sesepuh. Masyarakat bangkle biasanya menyebut nama makam sesepuh itu dengan sebutan mbah sentono, konon katanya jaman dahulu beliaulah yang menjaga daerah bangkle.” Kata Bapak Karlin.
            Di acara tradisi sedekah bumi inilah yang terkadang dinantikan oleh anak-anak muda atau anak-anak remaja seperti anak-anak SMA, SMP, dan mungkin juga SD. Sering kali anak-anak SMA dan SMP membolos sekolah hanya karena ingin menghadiri acara tradisi sedekah bumi tersebut, padahal di acara sedekah bumi ini hanya ada makanan dan jajanan pasar. Mungkin bagi mereka tradisi sedekah bumi itu suatu hal yang sangat menyenangkan dan mengasyikan karena dengan acara ini mereka dapat berkumpul dengan teman-teman yang lain dan terkadang menemukan teman baru.
Menurut Deny Dwi Kurniawan
            Di tradisi sedekah bumi ini katanya ada keasyikan tersendiri karena dapat berkumpul bersama dengan kerabat dekat dan teman-teman untuk menikmati makanan yang disediakan dan dapat menikmati jajanan pasar. Dan dengan adanya acara ini suasana keakraban antara satu sama lain akan lebih erat, baik itu dengan sanak keluarga, kerabat atau teman, dan juga dengan masyarakat sekitar atau di sebut juga dengan tetangga.
            Menurut masyarakat sekitar yang paling kental dengan tradisi sedekah bumi itu adalah Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten blora.
Desa janjang terletak di Pegunungan Kendeng Utara sekitar 20 kilometer kea rah laut kota Blora. Kawasan itu teriri dari daerah bebatuan dan hutan jati. Kondisi yang seperi ini membuat warga sulit memperoleh air setiap kemarau. Lahan warga pun merupakan lahan tadah hujan yang hanya mampu ditanami padi dua kali setahun. Tidak heran jika warga desa janjang sangat menghargai tanaman pangan, terutama padi. Penghargaan itu diwujudkan mulai dari tindakan yang paling sederhana yaitu tidak menyiakan nasi setiap kali makan. Kalaupun tersisa, nasi itu dijadikan makanan ayam.
Pertunjukan wayang krucil
Penghargaan terbesar diungkapkan dalam sedekah bumi yang dilaksanakan setelah panen padi. Warga desa menyebut ungkapan syukur atas pemberian Sang Maha Hidup itu sebagai Manganan Janjang. Rangkaian Manganan Janjang dimulai pada malam acara sedekah bumi dengan menampilkan wayang krucil di rumah kepala desa dengan lakon Mbedah Nagari Makadam Lakon itu berkisah tentang pertentangan antara pemeluk agama Nasrani dan Islam yang berakhir dengan perdamaian. Ungkapan syukur tidak hanya dengan memberi sedekah, melainkan juga memelihara kedamaian antarsesama manusia yang berbeda latar belakang. Pada acara sedekah bumi dari pagi hingga sore, rangkaian Manganan Janjang memasuki tahap hajatan yang di gelar di halaman makam Jati Kusuma. Warga dan pengunjung membawa nasi urap, tumpeng bucu, dan ayam panggang untuk dijadikan satu dalam sebuah tempat.
Pada saat itu, prgelaran wayang krucil kembali dilanjutkan. Pertunjukan itu dipadukan dengan kupat luwar, melepas ikatan ketupat berisi beras kuning dan uang receh dlam satu kali tarikan. Terurainya ketupat merupakan symbol terlepasnya seseorang dari masalah. Seusai pertunjukan, nasi urap yang semula dijadikan satu dibagikan kembali kepada warga dan pengunjung dengan dibungkus daun jati. Sementara itu, warga Desa janjang membagi-bagikan nasi dan urap itu dalam tampah untuk dimakan bersama-sama. Warga dan pengunjung juga memperoleh pembagian air dari gentong atau guci peninggalan leluhur desa. Nasi, daun jati, dan air merupakan pemberian Sang Pencipta. Ketiganya dipercaya menjadi pertanda kehidupan di tahun berikutnya. Jika nasi yang diberikan kurang, menandakan paceklik panjang. Jika daun jati pembungkus kurang, pertanda panen tembakau gagal. Begiu pula jika air yang diberikan tidak mencukupi, berarti musim kemarau akan berlangsung lama.
Kisah Jipang Panaolan
Manganan Janjang juga merupakan tradisi penghormatan kepada leluhur Eyang Jati Kusuma dan Jati Suworo. Mereka berdua adalah saudara Pangeran Benawa, Adipati Jipang Panolan, putra Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir. Kisah kedua leluhur desa itu terkait erat dengan peristiwa Perang Jipang (1549), pertempuran antara Kerajaan Pajang dan Demak melawan Jipang Panolan yang saat ini menjadi nama desa di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Waktu itu, Jipang Panolan dipimpin Arya Penangsang, sedangkan Pajang-Demak dipimpin oleh Jaka Tingkir. Perang itu merupakan perang saudara. Arya Penagsang merupakan cucu dari Raja Demak Sultan Trenggono (1521-1546), sedangkan Jaka Tingkir ialah menantu Sultan Trenggono. Akhirnya, Jaka Tingkir menang dalam pertemuan itu dan menjadi Jipanh Panolan di wilayah Pajang. Wilayah itu diserahkan kepada Pangeran Benawa. Pasca kekalahan Pajang dari Mataram, Pangeran Benawa mewarisi Wulu Domba Pancal Panggung, kumpulan pusaka Pajang. Pusak-pusaka itu disimpan dalam guci buatan China. Seiring berkembangnya Jipang Panolan, pusaka lambang kejayaan Jipang Panolan dicuri kadipaten Rajegwesi, sekarang disebut dengan Kabupaten Bojonegoro. Kedua kadipaten itu kedua kadipaten itu dibatasi Sungai Bengawan Solo.
Pangeran Benawa memerintahkan saudara-saudaranya, antara lain Pangeran Jati Kusuma dan Jati Suworo, mencari pusaka itu. Mulailah Jati Kusuma dan Jati Suworo mengembara untukmenemukan pusaka peninggalan Pajang. Perjalanan pencarian itu berjuang di Desa Janjang. Jati Kusuma dan Jati Suworo menetap di desa yang berada di puncak bukit sembari mengajarkan pengetahuan tentang hidup kepada masyarakat sekitar.   
            Menurut adat istiadat dalam tradisi atau budaya ini, di antara makanan yang menjadi makanan pokok yang harus ada dalam tradisi ritual sedekah bumi adalah nasi tumpeng dan ayam panggang. Sedangkan yang lainnya seperti minuman, buah-buahan dan lauk-pauk hanya bersifat tambahan saja, tidak menjadi perioritas yang utama. Dan pada acara akhir, nantinya para petani biasanya menyisakan nasi, kepala dan ceker ayam, ketiganya dibungkus dan diletakkan di sudut-sudut petak sawahnya masing-masing.
            Dalam puncaknya acara ritual sedekah bumi diakhiri dengan pertunjukan Barongan, Wayang (wayang kulit atau wayang krucil) atau Tayub yang merupakan ciri khas kesenian Blora dan kemudian melantunkan doa bersama-sama oleh masyarakat setempet dengan dipimpin oleh pemuka agama setempat atau sesepuh kampung yang sudah  sering dan terbiasa memimpin jalannya ritual tersebut. Ada yang sangat menarik dalam lantunan doa yang ada dilanjutkan dalam ritual tersebut. Yang menarik dalam lantunan tersebut adalah kolaborasi antara lantunan kalimat-kalimat Jawa dan yang dipandukan dengan khazanah-khazanah doa yang bernuansa Islami.
            Ritual sedekah bumi yang sudah menjadi rutinitas bagi masyarakat di Kabupaten Blora ini merupakan salah satu jalan dan sebagai symbol penghormatan manusia terhadap tanah yang menjadi sumber kehidupan. Menurut cerita, para nenek moyang orang jawa jaman dahulu, “ Tanah itu merupakan pahlawan yang sangat besar bagi kehidupan manusia di muka bumi. Maka dari itu tanah harus diberi penghargaan yang layak dan besar. Dan ritual sedekah bumi inilah yang menurut mereka sebagai salah satu symbol yang paling dominan bagi masyarakat kabupaten Blora khususnya para petani untuk menunjukkan rasa cinta kasih saying dan sebagai penghargaaan manusia atas bumi yang telah member kehidupan bagi manusia”. Selain itu, sedekah bumi dalam tradisi masyarakat Blora juga merupakan salah satu bentuk untuk meuangkan serta mencurahkan rasa syukur kepada Tuhan YME atas nikmat dan berkah yang telah diberikan-Nya. Sehingga seluruh masyarakat Blora bisa menikmatinya.

REFERENSI
Tetangga atau masyarakat sekitar.