04 Februari, 2011

Hari ke 2 maulid Nabi Muhammad SAW 2011

“Tentang Maulid Nabi Muhammad SAW” ketegori Muslim. Assalaamu alaikum wr. wb.
Pak ustadz, saya mau bertanya seputar tentang Maulid Nabi Muhammad SAW yang setiap tanggal 12 Rabiul Awwal selalu diperingati oleh banyak ummat Islam di Indonesia. Dan juga bagaimana hukumnya? Terima kasih atas jawabanya.
Wassalaamu ‘alaikum wr. wb.
Maksum
Jawaban
Assalamu ‘alaikum wrahmatullahi wabarakatuh,
Fakta yang sesungguhnya dari kehidupan Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada riwayat yang menyebutkan beliau pada tiap ulang tahun kelahirannya melakukan ritual tertentu. Bahkan para shahabat beliau pun tidak pernah kita baca dalam sejarah pernah mengadakan ihtifal secara khusus setiap tahun untuk mewujudkan kegembiraan karena memperingati kelahiran Nabi SAW.
Bahkan upacara secara khusus untuk merayakan ritual maulid nabi SAW juga tidak pernah kita dari generasi tabi’in hingga generasi salaf selanjutnya. Perayaan seperti ini secara fakta memang tidak pernah diajarkan, tidak pernah dicontohkan dan juga tidak pernah dianjurkan oleh Rasulullah SAW, para shahabat bahkan para ulama salaf di masa selanjutnya.
Perayaan maulid nabi SAW secara khusus baru dilakukan di kemudian hari. Dan ada banyak versi tentang siapa yang memulai tradisi ini. Sebagian mengatakan bahwa konon Shalahuddin Al-Ayyubi yang mula-mula melakukannya, sebagai reaksi atas perayaan natal umat Nasrani. Karena saat itu di Palestina, umat Islam dan Nasrani hidup berdampingan. Sehingga terjadi interaksi yang majemuk dan melahirkan berbagai pengaruh satu sama lain.
Versi lain menyatakan bahwa perayaan maulid ini dimulai pada masa dinasti Daulah Fatimiyyah di Mesir pada akhir abad keempat hijriyah. Hal itu seperti yang ditulis pada kitab Al-A’yad wa atsaruha alal Muslimin oleh Dr. Sulaiman bin Salim As-Suhaimi hal. 285-287. Disebutkan bahwa para khalifah Bani Fatimiyyah mengadakan perayaan-perayaan setiap tahunnya, di antaranya adalah perayaan tahun baru, asyura, maulid Nabi sAW bahwa termasuk maulid Ali bin Abi Thalib, maulid Hasan dan Husein serta maulid Fatimah dll. .
Versi lainnya lagi menyebutkan bahwa perayaan maulid dimulai tahun 604 H oleh Malik Mudaffar Abu Sa’id Kukburi.
Hukum Merayakan Maulid Nabi SAW
Mereka yang sekarang ini banyak merayakan maulid nabi SAW seringkali mengemukakan dalil. Di antaranya:
1. Mereka berargumentasi dengan apa yang ditulis oleh Imam As-Suyuti di dalam kitab beliau, Hawi li al-Fatawa Syaikhul Islam tentang maulid serta Ibn Hajar Al-Asqalani ketika ditanya mengenai perbuatan menyambut kelahiran nabi SAW. Beliau telah memberi jawaban secara bertulis:
Adapun perbuatan menyambut maulid merupakan bid’ah yang tidak pernah diriwayatkan oleh para salafush-shaleh pada 300 tahun pertama selepas hijrah. Namun perayaan itu penuh dengan kebaikan dan perkara-perkara yang terpuji, meski tidak jarang dicacat oleh perbuatan-perbuatan yang tidak sepatutnya.
Jika sambutan maulid itu terpelihara dari perkara-perkara yang melanggar syari’ah, maka tergolong dalam perbuatan bid’ah hasanah. Akan tetapi jika sambutan tersebut terselip perkara-perkara yang melanggar syari’ah, maka tidak tergolong di dalam bida’ah hasanah.
2. Selain pendapat di atas, mereka juga berargumentasi dengan dalil hadits yang menceritakan bahwa siksaan Abu Lahab di neraka setiap hari Senin diringankan. Hal itu karena Abu Lahab ikut bergembira ketika mendengar kelahiran keponakannya, Nabi Muhammad SAW. Meski dia sediri tidak pernah mau mengakuinya sebagai Nabi. Bahkan ekspresi kegembiraannya diimplementasikan dengan cara membebaskan budaknya, Tsuwaibah, yang saat itu memberi kabar kelahiran Nabi SAW.
Perkara ini dinyatakan dalam sahih Bukhari dalam kitab Nikah. Bahkan Ibnu Katsir juga membicarakannya dalam kitabnya Siratunnabi jilid 1halaman 124.
Syamsuddin Muhammad bin Nasiruddin Ad-Dimasyqi menulis dalam kitabnya Mawrid as-sadi fi Mawlid al-Hadi : Jika seorang kafir yang memang dijanjikan tempatnya di neraka dan kekal di dalamnya diringankan siksa kuburnya tiap Senin, apalagi dengan hamba Allah yang seluruh hidupnya bergembira dan bersyukur dengan kehadiran Ahmad dan meninggal dengan menyebut Ahad ?
3. Hujjah lainnya yang juga diajukan oleh para pendukung maulid Nabi SAW adalah apa yang mereka katakan sebagai pujian dari Imam Ibnu Hajar al-’Asqalani.
Menurut mereka, Ibnu Hajar telah menulis di dalam kitabnya, ‘Al-Durar al-Kamina fi ‘ayn al-Mi’at al-thamina’ bahwa Ibnu Kathir telah menulis sebuah kitab yang bertajuk maulid Nabi di penghujung hidupnya, Malam kelahiran NabiSAW merupakan malam yang mulia, utama, dan malam yang diberkahi, malam yang suci, malam yang menggembirakan bagi kaum mukmin, malam yang bercahaya-cahaya, terang benderang dan bersinar-sinar dan malam yang tidak ternilai.
4. Para pendukung maulid nabi SAW juga melandaskan pendapat mereka di atas hadits bahwa motivasi Rasulullah SAW berpuasa hari Senin karena itu adalah hari kelahirannya. Selain karena hari itu merupakan hari dinaikkannya laporan amal manusia.
Abu Qatadah Al-Ansari meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika ditanya mengapa beliau berpuasa pada hari Senin, menjawab, Itulah hari aku dilahirkan dan itulah juga hari aku diangkat menjadi Rasul.
Hadits ini bisa kita dapat di dalam Sahih Muslim, kitab as-siyam
Pendapat yang Menentang
Namun argumentasi ini dianggap belum bisa dijadikan landasan dasar pensyariatan seremoni maulid nabi SAW.
Misalnya cerita tentang diringankannya siksa Abu Lahab itu, mereka mengatakan bahwa Abu Lahab yang diringankan siksanya itu pun hanya sekali saja bergembiranya, yaitu saat kelahiran. Dia tidak setiap tahun merayakan kelahiran nabi dengan berbagai ragam seremoni. Kalau pun kegembiraan Abu Lahab itu melahirkan keringanan siksanya di neraka tiap hari Senin, bukan berarti orang yang tiap tahun merayakan lahirnya nabi SAW akan mendapatkan keringanan siksa.
Demikian juga dengan pujian dari Ibnu Katsir, sama sekali tidak bisa dijadiakan landasan perintah untuk melakukan sermonial khusus di hari itu. Sebab Ibnu Katsir hanya memuji malam hari di mana Nabi SAW lahir, namun tidak sampai memerintahkan penyelenggaraan seremonial.
Demikian juga dengan alasan bahwa Rasulullah SAW berpuasa di hari Senin, karena hari itu merupakan hari kelahirannya. Hujjah ini tidak bisa dipakai, karena yang saat dilakukan bukan berpuasa, tapi melakukan berbagai macam aktifitas setahun sekali. Kalau pun mau berittiba’ pada hadits itu, seharusnya umat Islam memperbanyak puasa sunnah hari Senin, bukan menyelenggarakan seremoni maulid setahun sekali.
Bahkan mereka yang menentang perayaan maulid nabi ini mengaitkannya dengan kebiasaan dari agama sebelum Islam. Di mana umat Yahudi, Nasrani dan agama syirik lainnya punya kebiasaan ini. Buat kalangan mereka, kebiasaan agama lain itu haram hukumnya untuk diikuti. Sebaliknya harus dijauhi. Apalagi Rasulullah SAW tidak pernah menganjurkannya atau mencontohkannya.
Dahulu para penguasa Mesir dan orang-orang Yunani mengadakan perayaan untuk tuhan-tuhan mereka. Lalu perayaan-perayaan ini di warisi oleh orang-orang Kristen, di antara perayaan-perayaan yang penting bagi mereka adalah perayaan hari kelahiran Isa al-Masih, mereka menjadikannya hari raya dan hari libur serta bersenang-senang. Mereka menyalakan lilin-lilin, membuat makanan-makanan khusus serta mengadakan hal-hal yang diharamkan.
Dan akhirnya, para penentang maulid mengatakan bahwa semua bentuk perayaan maulid nabi yang ada sekarang ini adalah bid’ah yang sesat. Sehingga haram hukumnya bagi umat Islam untuk menyelenggarakannya atau ikut mensukseskannya.
Jawaban dari Pendukung Maulid
Tentu saja para pendukung maulid nabi SAW tidak rela begitu saja dituduh sebagai pelaku bid’ah. Sebab dalam pandanga mereka, yang namanya bid’ah itu hanya terbatas pada ibadah mahdhah saja, bukan dalam masalah sosial kemasyarakatan atau masalah muamalah.
Adapun seremonial maulid itu oleh para pendukungnya diletakkan di luar ritual ibadah formal. Sehingga tdak bisa diukur dengan ukuran bid’ah. Kedudukannya sama dengan seorang yang menulis buku tentang kisah nabi SAW. Padahal di masa Rasulullah SAW, tidak ada perintah atau anjuran untuk membukukan sejarah kehidupan beliau. Bahkan hingga masa salah berikutnya, belum pernah ada buku yang khusus ditulis tentang kehidupan beliau.
Lalu kalau sekarang ini umat Islam memiliki koleksi buku sirah nabawiyah, apakah hal itu mau dikatakan sebaga bid’ah? Tentu tidak, karena buku itu hanyalah sarana, bukan bagian dari ritual ibadah. Dankeberadaan buku-buku itu justru akan membuat umat Islam semakin mengenal sosok beliau. Bahkan seharusnya umat Islam lebih banyak lagi menulis dan mengkaji buku-buku itu.
Dalam logika berpikir pendukung maulid, kira-kira seremonial maulid itu didudukkan pada posisi seperti buku. Bedanya, sejarah nabi SAW tidak ditulis, melainkan dibacakan, dipelajari, bahkan disampaikan dalam bentuk seni syair tingkat tinggi. Sehingga bukan melulu untuk konsumsi otak, tetapi juga menjadi konsumsi hati dan batin. Karena kisah nabi disampaikan dalam bentuk syair yang indah.
Dan semua itu bukan termasuk wilayah ibadah formal melainkan bidang muamalah. Di mana hukum yang berlaku bahwa segala sesuatu asalnya boleh, kecuali bila ada dalil yang secara langsung melarangnya secara eksplisit.
Kesimpulan
Sebagai bagian dari umat Islam, barangkali kita ada di salah satu pihak dari dua pendapat yang berbeda. Kalau pun kita mendukung salah satunya, tentu saja bukan pada tempatnya untuk menjadikan perbedaan pandangan ini sebagai bahan baku saling menjelekkan, saling tuding, saling caci dan saling menghujat.
Perbedaan pandangan tentang hukum merayakan maulid nabi SAW, suka atau tidak suka, memang telah kita warisi dari zaman dulu. Para pendahulu kita sudah berbeda pendapat sejak masa yang panjang. Sehingga bukan masanya lagi buat kita untuk meninggalkan banyak kewajiban hanya lantaran masih saja meributkan peninggalan perbedaan pendapat di masa lalu.
Sementara di masa sekarang ini, sebagai umat Islam, kita justru sedang berada di depat mulut harimau sekaligus buaya. Kita sedang menjadi sasaran kebuasan binatang pemakan bangkai. Bukanlah waktu yang tepat bila kita saling bertarung dengan sesamasaudara kitasendiri, hanya lantaran masalah ini.
Sebaliknya, kita justru harus saling membela, menguatkan, membantu dan mengisi kekurangan masing-masing. Perbedaan pandangan sudah pasti ada dan tidak akan pernah ada habisnya. Kalau kita terjebak untuk terus bertikai, maka para pemangsa itu akan semakin gembira.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.
Sumber Tentang Maulid Nabi Muhammad SAW : http://assunnah.or.id

27 Januari, 2011

Potensi Ukir Asli Jepara


POTENSI DESA BULAK BARU

Arah selatan dari jantung kota Jepara berjarak 8 km.melewati indahnya pantai utara pulau jawa terdapatlah sebuah desa yang unik, dengan penduduk 1000 jiwa, letak rumah tertata rapi berbaris, seperti perumnas anda kan menemukan desa Bulak Baru yang dulu bernama Bulak .Nama Bulak Baru di resmikan setelah pindah lokasi karena abrasi tahun 1985. Desa Bulak Baru setelah jatuhnya orde baru mulai tahun 1999 secara ekonomi sungguh mengalami keberuntungan. Letaknya yang dekat pantai menjadikan warga desa dapat bekerja sebagai nelayan disamping bertani dan yang muda-muda sebagai pengrajin mebel ukir. Menjadikan pesatnya perekonomian warga desa. Bahkan ada yang menjadi ekportir mebel sampai ke Asia dan Eropa. Dalam bidang kerajinan mebel ciri khas hasil kerajinan nya jati ukir antic. Berbagai bentuk antic warga desa mampu membuatnya. Bifet, Almari, relief pun telah dijual sampai manca Negara. Salah satu pengrajin ukir Bapak Somad dengan nama usahanya BULAK JATI UKIR mengatakan :yang paling sering dibuat berdasarkan pesanan pelanggannya adalah Bifet palembang yang panjangnya 2 meter dengan ukiran lobang/ krawangan. Namun menginjak tahun 2009 para pengrajin mebel mulai merasa kesulitan karena harga jual tidak seimbang dengan bahan baku. Sehingga kedepan bila pemerintah tidak ikut membantu maka pengrajin ukir mebel bisa gulung tikar.

ukir bulak


wah ni.....baru asli ukiran jepara yang benar rumit nyeni asli dak bajakan lhoooo mau pesat call/sms 085640591928/085290094201 "BULAK JATI FURNITURE"

10 Januari, 2011

Bulak Baru dalam Hidupku


BULAK BARU DALAM SEJARAH
Tujuh kilo meter kearah selatan dari jantung kota Jepara, melewati desa Pesajen Karang Kebagusan, Tegal Sambi, Demangan, Platar Semat dan Tanggul Tlare anda akan masuk desa Bulak Baru. Desa yang unik berpenduduk 900 orang yang terdiri dari 4 RT ! RW. Dengan batas desa timur desa Bugel, Selatan desa Panggung utara desa Tanggul Tlare dan Barat terbentang luas samudra yaitu laut Jawa. Desa bulak baru dulunya bernama desa Bulak yang konon ceritanya adlah sebuah desa kecil yang terpisah dari induk desanya yaitu bugel. Bulak singkatan Bugel pinggir Lak atau Bugel yang dekat dengan ujung sungai yang menuju ke laut. Namun karena cuaca ekstrim sejak tahun 60-an yang mengakibatkan abrasi pantai. Maka desa bulak sudah bedol desa dua kali. Pertama tahun 1971 yang direlokasi secara swadaya rumah dipindah ke dekat jalan menbujur dari arah selatan ke utara sederet jalan utama kedung Jepara. Awal mulanya tahun 1971 seluruh rumah terkena musibah angina putting beliung yang menelan korban jiwa, dan puluhan rumah roboh. Disamping abrasi pantau yang menjadikan bibir pantai dekat dengan tempat tinggal warga.
Menurut warga dulu bulak baru wilayahnya luas sederet dengan ujung desa teluk awur, dengan kekayaan yang melimpah pertanian yang subur, ternak kerbau dan aktifitas nelayan yang cukup. Warga sejahtera konon warga sampai memiliki kendaraan mewah yaitu kereta sebagai sarana transportasi yang mewah. Sampai warga desa lain menyewa kereta untuk pesta perkawinan. Pertanian yang subur hasil padi yang luayan berkwealitas beda. Padi hasil sawah bulak rasanya enak dan sedap. Hali ini pernah diutarkan Bapak Bupati Jepara dalam dialog interaktif di radio Kartni FM Jepara pada bulan Nopember 2010.
Dalam catatan lain warga Bulak Baru dulunya pemberani dan disegani warga desa lain karena kekayaan dan kemakmuran, terbukti keberanian itu muncullah tokoh-tokoh kiri juga golongan merah . Namun sejak relokasi pertama tahun 1971 sebagioan warga desa ada yang transmigrasi ke kuar jawa. Maka watk dan kehidupannya menjadi lain. Sebagian warga transmigrasi ke Lampung yang sampai sekarang mereka masih disana beranak cucu.
Sebelum relokasi kedua Bulak kembali dilanda bencana tahun 1983 badai ekstrim naiknya air laut ke rumah warga. Penulis masih ingat ketika sunami kecil disertai angina kencang menerjang rumah penduduk. Penulis bersama adik yang digendong ibu berpegangan pohon waru di depan rumah diterjang gelombang laut bertubi-tubi. Alhamdulillah selamat sampai air laut turun dan daratan kembali terlihat semula. Kejadiannya sekitar jam tiga malam. Astagfirullah………umur kami masih panjang. Paginya warga desa mengungsi kelai desa ada yang ke desa SEMAT, Panggung dan desa-desa lain sesuai dengan kedekatan saudara yang mampu menampung. Penulis 1 minggu mengunsi di tempat saudara di Semat. Masih ingat dan semogaq tidak terulang lagi.
Tahun 1984 desa bulak baru direlokasi ke wilayah Bugel oleh pemerintah yang waktu itu Gubernur Jateng Bpk. Suparjo Rustam dan Bupati Jepara Bpk Hisyam Prsetyo dan camat Kedung Bapak Hendro Martojo yang sekarang menjadi Bupati Jepara..
Sejak itulah Bulak menjadi Bulak Baru dengan wajah baru, lokasi rumah tertata rapi setiap rumah menghadap jalan dan gang berderet per erte dari Rt 01 sampai RT04 seperti perumnas dan komplek mewah di kota besar.
Kenangan tetaplah kenangan Penulis mengalami relokasi pertama dan kedua, Relokasi pertama tahun 1971 penulis masih banyi dan tidak ingat. Yang penulis ingat sekitar tahun 1976 ketika masih anak-anak seusian si bolang, seringa bermain di pantai, sekolah madrasah sore, main bola dan perang perangan. Kalau bulan puasa rame banget main petasan mobil mobilan dan arak-arakan takbir keliling jelang idul fitri. Semua hanya kenangan. Tempat itu, lapangan bola, rumah penulis sudah menjadi lautan hijau……….sungguh menyedihkan. Teman-teman penulis masih sekampung juga ada yang di lampung ikut transmigrasi.
Keterkaitan Bulak dengan bugel sudah ada sejak zaman dulu, tokohnya ssama yaitu Syekh Waliyullah Mangun Sejati yang setiap tahunnya haulnya diperingati tiap bulan Muharrom, Seluruh warga desa bugel dan bulak baru bersatu berdo’a bersama dan diadakan kegiatan untuk memeriahkan. Makam waliyullah terletak di desa bugel bagian barat dan arah timur Bulak baru. Maka amat strategis ditenga dua desa.
Penulis masih ingat Petinggi Desa Bulak baru tahun 70 an Bapak Sutoyo sampai tahun 1998 dan diganti Musro dan tahun 2007 Bapak Sutiyono. Bersambung……………

12 November, 2010

muria kudus syukuran 2010


ni gambar keluarga besarku lagi jalan-jalan di gunung muria kudus

16 Oktober, 2010

vidio

lihat sinihttp://www.youtube.com/watch?v=eagUMQVHMtc&feature=topvideos

28 Agustus, 2010

BANI AHMAD

KUMPULAN KELUARGA
BANI AHMAD
Sekretariat : Bulak Baru Kedung Jepara
Tel. 085290094201/085640591928
www.smdjepara.blogspot.com


Hal : Undangan Halal Bihalal Jepara, 29 Agustus 2010

Kepada Yth
Keluarga Besar Bani Ahmad
di- tempat


Assalamu’alaikum war.wab.

Mengharap dengan hormat kehadirannya pada pertemuan rutin halal bi halal yang Insya Allah kami laksankan ;

Hari : (disesuaikan ket.pemerintah)
Tanggal : 3 Syawal 1431 h
Waktu : Pukul 8.30 wib
Tempat : Rumah Bapak Abdul Jalil Semarang
Keterangan : mohon membawa iuran rp. 20.000 per KK

Kemudian atas kehadirannya kami sampaikan banyak terima kasih.

Wassalamu’alaikum War.Wab.


Hormat kami,

Ketua, Sekretaris,



Abdul Kholiq Somad Abduh




















Data KK per wilayah
Bulak Baru kordinator Somad Abduh
1. Masnor
2. Ali munif
3. Somad abduh
4. M.syafi’i
5. Abdullah
6. Nor rofi’

Semarang Kordinator Abdul Rozaq
1. Suhaili
2. Laihin
3. Yazid
4. Abdul jalil
5. Muflihin
6. Selamet
7. Ghomam
8. Fahrur
9. Muh.dlirin
10. Khoiruddin
11.

Surodadi kordinator Magfuri
1. Abdul haris
2. Azali
3. H. Fasihin
4. H. Muhsinin
5. Magfuri
6. Muhsinin
7. Muklasin
8. Muntafiq
9. Saiful azaz
10. Yeh husein
11. Zaenal
12. Zaenul kamal
13.
Surodadi kordinator khoiron
1. Muhtar
2. Zuharuddin
3. Abdulkholiq
4. Ah. Rofi’i
5. Faizin
6. Fathiyyah
7. Fatmah
8. Khoiron
9. Latifurrohman
10. Malik
11. Masrikhah
12. Muadz
13. Saiful huda
14. Subandi
15. Abd.faqir
16. Sodiq
17. Yoga
18. Lutfi
19. Sa’ad








NOTULEN BANI AHMAD

BULAK BARU 3 SYAWAL / 2009

TEMPAT RUMAH BP. SOMAD BULAK BARU

1. DANA KAS 2009 SEBESAR RP.1.865.000 DIINVESTSIKAN KE BAPAK ALI MUNIF KERSO
2. IURAN 20.000/ KEPALA KELUARGA ( KAS 5.000 TUAN RUMAH 15.000)
3. TEMPAT 2010 DI BP. ABDUL JALIL SEMARANG
4. BAGI HASIL DARI BP. SELAMET DANA KAS 2009 RP. 200.000 DARI POKOK 1.500.000. TOTAL DANA KAS 1.865.000,-
5. DANA ADMINISTRASI 200.000 DIKURANGI ATK 20.000 SISA 180.000 UNTUK KEGIATAN HIBURAN DAN HADIAH LOMBA ANAK